Berawal dari rasa penat dikarenakan seminggu full dari pagi sampai malam sibuk mencari berlian, alhasil 3 perempuan ini (gue, Ami, dan Ratna) sepakat untuk ikut 0ne day trip pada sebuah travel agent ke tiga pulau. Secara kebetulan, 3 perempuan wisata ke 3 pulau. Yupz, Pulau yang termasuk ke dalam gugusan kepulauan seribu itu memang kerap kali disinggahi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara (kalau yang ini gue gak lihat waktu gue ke sana kemarin). Petualangan kami berawal dari Stasiun Manggarai. Dengan alasan parkirnya luas dan mudah. Ami dan Ratna naik motor menuju Stasiun Manggarai dan gue masih setia sama Bus umum.
Pukul 06.00 kami janjian bertemu di Stasiun Manggarai. Untung pada saat itu mesin untuk penjualan tiketnya sedang kosong. Kami pun tak perlu lama-lama mengantre. Menunggu sebentar kereta tujuan kami datang, yaitu kereta ke arah Stasiun Jakarta Kota karena meeting point kami dengan travel agent itu di pelabuhan Muara Kamal. sekitar pukul 07.00 kami sampai di Stasiun Jakarta Kota. Dari situ, kami menyambung dengan naik Grab Car untuk ke arah pelabuhan Muara Kamal. Udara pagi malu-malu mengiringi kepergian kami hari ini. Ternyata dari Stasiun jakarta Kota masih lumayan jauh untuk mencapai pelabuhan Muara Kamal. Dengan bantuan tanya sana-sini dan bantuan si Google Map, kami pun sampai di SMPN 120. Dari SMPN 120 kami masih harus berjalan lurus, sekitar 150 meter untuk sampai di Pelabuhan Muara Kamal, tempat meeting Point kami dengan travel agent yang akan membawa kami berwisata ke tiga pulau tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 07.30, itu tandanya seharusnya kami sudah sampai tempat, namun apa daya, kami saat itu masih berjalan menyusuri jalanan Muara Kamal untuk sampai ke dermaga. Dekat dengan dermaga, sepanjang jalan penuh dengan orang yang berjualan ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Bau amis dan bau menyeengat dari air laut sudah mulai tercium indera penciuman kami. Saat kami datang, ternyata langsung berangkat, karena hanya tinggal kami yang belum datang. Grup kami terdiri dari 8 orang dan kami bertiga, jadi total 11 orang dalam satu kapal.
Perjalanan ke pulau pertama dan yang paling besar sekitar 45 menit. Sepanjang jalan menuju pulau Kelor, kami melihat banyak kayu-kayu menancap di air laut, kata si Bapak yang punya perahu, itu merupakan tempat membudidayakan kerang. Sepanjang mata memandang hanya lautan yang memanjakan mata kami.
Pukul 06.00 kami janjian bertemu di Stasiun Manggarai. Untung pada saat itu mesin untuk penjualan tiketnya sedang kosong. Kami pun tak perlu lama-lama mengantre. Menunggu sebentar kereta tujuan kami datang, yaitu kereta ke arah Stasiun Jakarta Kota karena meeting point kami dengan travel agent itu di pelabuhan Muara Kamal. sekitar pukul 07.00 kami sampai di Stasiun Jakarta Kota. Dari situ, kami menyambung dengan naik Grab Car untuk ke arah pelabuhan Muara Kamal. Udara pagi malu-malu mengiringi kepergian kami hari ini. Ternyata dari Stasiun jakarta Kota masih lumayan jauh untuk mencapai pelabuhan Muara Kamal. Dengan bantuan tanya sana-sini dan bantuan si Google Map, kami pun sampai di SMPN 120. Dari SMPN 120 kami masih harus berjalan lurus, sekitar 150 meter untuk sampai di Pelabuhan Muara Kamal, tempat meeting Point kami dengan travel agent yang akan membawa kami berwisata ke tiga pulau tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 07.30, itu tandanya seharusnya kami sudah sampai tempat, namun apa daya, kami saat itu masih berjalan menyusuri jalanan Muara Kamal untuk sampai ke dermaga. Dekat dengan dermaga, sepanjang jalan penuh dengan orang yang berjualan ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Bau amis dan bau menyeengat dari air laut sudah mulai tercium indera penciuman kami. Saat kami datang, ternyata langsung berangkat, karena hanya tinggal kami yang belum datang. Grup kami terdiri dari 8 orang dan kami bertiga, jadi total 11 orang dalam satu kapal.
Perjalanan ke pulau pertama dan yang paling besar sekitar 45 menit. Sepanjang jalan menuju pulau Kelor, kami melihat banyak kayu-kayu menancap di air laut, kata si Bapak yang punya perahu, itu merupakan tempat membudidayakan kerang. Sepanjang mata memandang hanya lautan yang memanjakan mata kami.
Banyak cerita yang dibagikan oleh si Bapak kepada kami. Dari tentang budidaya kerang, sampai ke isu yang lagi panas saat ini, yaitu tentang reklamasi pulau.
Bagi mereka yang orang kecil memang tidak bisa banyak menuntut. Reklamasi tersebut menyangkut banyak orang "penting" di dalamnya, yang notabenenya punya banyak uang.
Gak terasa sampai juga kami ke pulau Kelor, pulau kecil minim pepohonan. Kesan mistis sudah mulai menyambut kami, saat kapal kami hampir mendekati dermaga pulau tersebut. Sudah terlihat kokoh bagunan benteng, yang berdiri dengan sombongnya. Gambaran kekuatan pada zaman lampau. Zaman kolonial Belanda. Tak banyak bangunan yang kami temui di sana. Hanya benteng besar dengan segala bentuk kesombongannya dan beberapa tumpukan bata, yang merupakan reruntuhan dari bagian benteng tersebut. Benteng tersebut runtuh karena meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883.
Karena masih pagi dan kami masih semangat-semangatnya mengikuti perjalanan ini, kebanyakan foto yang kami punya spotnya di pulau ini. Cukup lama di pulau ini, kami sampai sempat jajan popmie dan mizone, saking merasa kepanasannya. Pukul 11.00 kami kumpul kembali di dermaga, tempat kapal kami ditambatkan. Kami akan segera beralih ke pulau lainnya, yaitu pulau Onrust.
Nanti gw akan sambung lagi cerita perjalanan gue seharian itu bersama kedua temen gue yang sama-sama butuh refreshing dari segala penat yang kami jalani selama ini. Kalau kata Ami, biar gak baper jadinya piknik.




