Minggu, 10 April 2016

3 Pulau nan Eksotis namun Mengandung Sisi Tragis (1)

Berawal dari rasa penat dikarenakan seminggu full dari pagi sampai malam sibuk mencari berlian, alhasil 3 perempuan ini (gue, Ami, dan Ratna) sepakat untuk ikut 0ne day trip pada sebuah travel agent ke tiga pulau. Secara kebetulan, 3 perempuan wisata ke 3 pulau. Yupz, Pulau yang termasuk ke dalam gugusan kepulauan seribu itu memang kerap kali disinggahi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara (kalau yang ini gue gak lihat waktu gue ke sana kemarin). Petualangan kami berawal dari Stasiun Manggarai. Dengan alasan parkirnya luas dan mudah. Ami dan Ratna naik motor menuju Stasiun Manggarai dan gue masih setia sama Bus umum.
Pukul 06.00 kami janjian bertemu di Stasiun Manggarai. Untung pada saat itu mesin untuk penjualan tiketnya sedang kosong. Kami pun tak perlu lama-lama mengantre. Menunggu sebentar kereta tujuan kami datang, yaitu kereta ke arah Stasiun Jakarta Kota karena meeting point kami dengan travel agent itu di pelabuhan Muara Kamal. sekitar pukul 07.00 kami sampai di Stasiun Jakarta Kota. Dari situ, kami menyambung dengan naik Grab Car untuk ke arah pelabuhan Muara Kamal.  Udara pagi malu-malu mengiringi kepergian kami hari ini. Ternyata dari Stasiun jakarta Kota masih lumayan jauh untuk mencapai pelabuhan Muara Kamal. Dengan bantuan tanya sana-sini dan bantuan si Google Map, kami pun sampai di SMPN 120.  Dari SMPN 120 kami masih harus berjalan lurus, sekitar 150 meter untuk sampai di Pelabuhan Muara Kamal, tempat meeting Point kami dengan travel agent yang akan membawa kami berwisata ke tiga pulau tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 07.30, itu tandanya seharusnya kami sudah sampai tempat, namun apa daya, kami saat itu masih berjalan menyusuri jalanan Muara Kamal untuk sampai ke dermaga. Dekat dengan dermaga, sepanjang jalan penuh dengan orang yang berjualan ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Bau amis dan bau menyeengat dari air laut sudah mulai tercium indera penciuman kami. Saat kami datang, ternyata langsung berangkat, karena hanya tinggal kami yang belum datang. Grup kami terdiri dari 8 orang dan kami bertiga, jadi total 11 orang dalam satu kapal.

Perjalanan ke pulau pertama dan yang paling besar sekitar 45 menit. Sepanjang jalan menuju pulau Kelor, kami melihat banyak kayu-kayu menancap di air laut, kata si Bapak yang punya perahu, itu merupakan tempat membudidayakan kerang. Sepanjang mata memandang hanya lautan yang memanjakan mata kami.
Banyak cerita yang dibagikan oleh si Bapak kepada kami. Dari tentang budidaya kerang, sampai ke isu yang lagi panas saat ini, yaitu tentang reklamasi pulau. 
Bagi mereka yang orang kecil memang tidak bisa banyak menuntut. Reklamasi tersebut menyangkut banyak orang "penting" di dalamnya, yang notabenenya punya banyak uang.
Gak terasa sampai juga kami ke pulau Kelor, pulau kecil minim pepohonan. Kesan mistis sudah mulai menyambut kami, saat kapal kami hampir mendekati dermaga pulau tersebut. Sudah terlihat kokoh bagunan benteng, yang berdiri dengan sombongnya. Gambaran kekuatan pada zaman lampau. Zaman kolonial Belanda. Tak banyak bangunan yang kami temui di sana. Hanya benteng besar dengan segala bentuk kesombongannya dan beberapa tumpukan bata, yang merupakan reruntuhan dari bagian benteng tersebut. Benteng tersebut runtuh karena meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883.
Karena masih pagi dan kami masih semangat-semangatnya mengikuti perjalanan ini, kebanyakan foto yang  kami punya spotnya di pulau ini. Cukup lama di pulau ini, kami sampai sempat jajan popmie dan mizone, saking merasa kepanasannya. Pukul 11.00 kami kumpul kembali di dermaga, tempat kapal kami ditambatkan. Kami akan segera beralih ke pulau lainnya, yaitu pulau Onrust.
Nanti gw akan sambung lagi cerita perjalanan gue seharian itu bersama kedua temen gue yang sama-sama butuh refreshing dari segala penat yang kami jalani selama ini. Kalau kata Ami, biar gak baper jadinya piknik.

Senin, 04 April 2016

Cinta? Nembak Duluan?

Yupz... kalau kita dengar kata yang satu itu pasti rupa-rupa respon kita. Ada yang mungkin akan tersenyum malu-malu atau bahkan ada yang langsung nangis tersedu-sedu hanya dengan mendengar kata tersebut. Gue bukan lagi jatuh cinta. Tapi gue tergelitik untuk bahas hal ini. Tanya kenapa? Karena sering banget gue denger curhatan dari temen-temen gue yang perempuan, suka atau bahkan cinta sama seorang cowok cuma gak pernah bisa ungkapkan apa yang ada di hatinya. Kalau kata seorang kawan sih, kodratnya wanita itu dipilih bukan memilih. Jadi gak ada sejarahnya kalau cewek yang nembak cowok duluan. Padahal kalau kalian yang muslim pasti pernah mendengar sejarah, kalau ada loh wanita yang melamar prianya. Lalu fenomena apa ini? Kita hidup dengan adat ketimuran. Yang seakan tabu kalau misalkan cewek yang nembak duluan.

Oke, gw punya sedikit cerita. Sebut aja Okta. Okta ini perempuan. Okta suka sama seorang cowok. Sebut saja Dora namanya. Eh,,, gak.. gak,.. bukan Dora. Sebut saja dia mawar. Makin ngaco aja deh gue. Oke kali ini gue serius. Sebut aja namanya Oki. Nah, Oki ini udah lama bertemen sama Okta dan selama itu pula Okta mendem rasa ke Oki. Ya.. cinta memang datang tak pernah diundang. Bahkan dijemput juga gak. Rasa itu tetiba aja hadir di hati Okta. Cuma karena memang mereka udah berteman lama, jadinya Okta pun cuma bisa pasrah dengan keadaan ini. Setiap mereka bertemu tidak dapat dipungkiri hatinya udah kayak marching band yang gak jelas iramanya. Namun, sepertinya Oki tidak pernah sadar akan perasaan Okta ke dia.

Terus? kalau hal ini udah terjadi, haruskah Okta yang nembak duluan Oki? Oh.. tidak seperti itu juga. Karena pada dasarnya, cinta itu adalah sebuah kata sakral yang memang tidak seharusnya dihalalkan dengan sebuah kata pacaran atau jadian. Lalu? apa yang harus dilakukan Okta kalau begini? Yang dapat Okta lakukan menurut ajaran islam adalah memasrahkan seluruh hatinya hanya kepada Allah. Memasrahkan kepada Sang Pemilik Hati karena hanya Allah lah yang mampu membolak-balikan hati manusia. Sambil menunggu hal itu terjadi, ada baiknya Okta menmperbaiki diri. Berusaha memantaskan diri sampai suatu saat jodohnya akan menyapanya. Cinta ada dan hadir bukan untuk bersama saat ini juga. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar tetap pada koridornya.

Tidak mudah memang menerima setiap takdir-Nya. Lalu? Haruskah kita beregois ria untuk keukeuh minta Allah menjodohkan orang yang kita mau sama kita? Common Baby... Cinta yang seperti itu hanyalah cinta yang semu. Manis di awal lalu hambar di akhir, Biarkan Tangan Allah berkuasa dalam menentukan jalan cinta kita akan seperti apa dan akan bersama siapa nanti kita. Yang bisa kita lakukan adalah memasrahkan takdir. Bukankah kalau memang kita tidak disatukan oleh orang yang sering kita sebut namanya dalam doa kita, kita kelak akan disatukan oleh orang yang kerap kali menyebutkan nama kita dalam doa rahasianya? Bukankah hal itu akan terasa lebih indah. Daripada kita harus memaksakan takdir. Semoga kita semua tetap  istiqomah dalam menanti jodoh yang Allah takdirkan untuk kita.. Keep Hamasah ...

Minggu, 03 April 2016

Wahhh.... GAWAAATTT Besok UN....

Ujian Nasional kerap kali masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi siswa. Ya,, Ujian Nasional walaupun kini sudah bukan lagi hal mutlak dalam menentukan sebuah kelulusan, namun sepertinya belum juga bisa membuat siswa bernapas lega dengan semua itu. Ujian Nasional kini hanya menempati sekitar 20% dalam menentukan kelulusan siswa selebihnya diambil dari nilai Ujian Sekolah ataupun nilai praktik yang notabene ditentukan oleh guru yang sehari-hari bertemu dengan siswa di sekolah tersebut. Untuk siswa SMA tahun ini ada yang sedikit berbeda dari pelaksanaan Ujian Nasional. Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini sudah mulai Ujian Nasional berbasis komputer diujicobakan di berbagai sekolah yang dirasa siap di berbagai daerah di Indonesia. Ujian Nasional dengan berbasis komputer ini diharapkan dapat meminimalisir kecurangan yang kerap kali terjadi di tiap tahunnya. Namun, tidak semua sekolah yang menerapkan Ujian Nasional berbasis komputer, bahkan di Jakarta pun masih banyak sekolah yang masih menggunakan sistem seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ujian Nasional yang kerap kali menjadi momok ini, terkadang membuat beberapa anak menjadi panik berlebihan. Mulai muncul keluhan-keluhan seperti pusing, tetiba sakit perut, ataupun sampai demam karena down memikirkan UN yang akan mereka hadapi esok hari. Ada beberapa tips yang pengen gue bagikan kepada kalian semua yang mungkin akan melaksanakan Ujian Nasional. Ya...  tips sederhana yang mungkin aja bisa sedikit membantu kalian untuk rileks dalam menjalankan Ujian Nasional. Baru Ujian Nasional, belum menghadapi Ujian Kehidupan. Ahaha.. abaikan.. abaikan,,.

1. Rileks
    Yups... yang pertama kali yang harus lo lakuin adalah rileks. Kalau bisa sih ya, malamnya lo gak usah pegang buku atau belajar lagi. Tugas lo malam itu adalah hanya merilekskan pikiran lo. Lo buat senyaman mungkin. Jangan lo pikirin hal-hal aneh misalkan nanti pengawasnya ada matanya apa gak. Sumpah jangan... hehehe. Sedikit mengulang boleh lah ya. Ngulang sedikit materi yang bakal diujikan besok. Tapi jangan banyak-banyak. Dikit aja. Kalau lo laper aja, terus lo makan kebanyakan, kenyang gak, yang ada lo bakal mual kan? nah belajar juga gitu.

2. Gak usah panik berlebihan
    Udah sering banget gw dapet curhatan dari murid-murid gw yang mau besok UN adalah mereka tetiba sakit. Ya...  ada aja tuh sakit. Yang sakit kepala, pusing, sakit kurap, panu, sampe sakit kantong... (ups). Ya itu sih biasa ya. Penyakit-penyakit dadakan itu biasa hinggap di orang-orang yang sedang merasa gelisah. panik, dan tidak nyaman dengan keadaan. Gw lupa istilah psikolognya apa gejala kayagini. Pokoknya itu hal lumrah lah. Mau ngadepin UN, ngadepin waawancara kerja, apalagi ngadepin calon mertua.. eh.. abaikan poin yang terakhir. Karena tubuh kita jadi ngirim sinyal-sinyal yang bersifat bahaya. Makanya, keluhan-keluhan mulai berdatangan deh tuh. Ya sakit panu... ya sakit kudas, dll. Satu hal yang bisa bikin lo tenang adalah, UN itu anggap aja seperti ujian biasa. Toh yang ngawas itu manusia juga. Bukan Malaikat maut kan? Yang misalkan lo nengok dikit lo langsung ilang nyawanya. Jadi, buat apa lo panik berlebihan.


3. Sarapan
    Setiap gw ngawas UN ada aja murid yang tetiba pingsan, sesaat gw bagiin soal UN. Yupz, bisa dipastikan ini anak gak sarapan dulu sebelum dia berangkat ke sekolah. Padahal sarapan itu penting loh. Beneran deh.. penting banget.. Kalau gw pribadi sih sama tuh kayak si siswa itu yang pingsan. Gw kalau mulai aktivitas di pagi hari tanpa sarapan bisa tetiba pingsan. Yupz, jadi kalian jangan lupa sarapan dulu, Minum susu. Tapi jangan kekenyangan juga, Ntar yang ada lo jawab soal kagak lo malah tidur dengan sempurna. Pake acara ngiler lagi. ahahha

4. Berdoa dan Minta Restu Orang Tua
    Hal terakhir yang bisa lakukan setelah usaha lo yang udah berapa lama dalam menghadapi UN adalah berdoa. Ya.. sepinter apapun lo, kalau lo gak pernah minta doa restu ke orang tua lo dan gak minta kemudahan dalam menjawab soal-soal Un ke Tuhan, itu semua akan percuma. Apapun agama lo, berdoa itu penting. Selain usaha yang kedua terpenting adalah berdoa. Apa kabar hidup lo kalau misalkan Tuhan aja gak Ridho sama hidup lo. Lo mau jadi Firaun? Yang merasa hebat dan paling kuat? Satu hal yang gw selalu pegang dari dulu adalah bahwa hasil gak pernah mengkhianati usaha. Itu semua terjadi apabila lo selalu melibatkan Tuhan dalam setiap segi kehidupan lo.

Yupz.. gw rasa segitu aja tips yang gw bagi buat lo semua yang akan melaksanakan Ujian Nasional. Satu pesan gw, percaya diri sendiri. Hasil yang didapat dengan kejujuran itu akan terasa lebih manis.

#SUKSESUN2016