Yupz... kalau kita dengar kata yang satu itu pasti rupa-rupa respon kita. Ada yang mungkin akan tersenyum malu-malu atau bahkan ada yang langsung nangis tersedu-sedu hanya dengan mendengar kata tersebut. Gue bukan lagi jatuh cinta. Tapi gue tergelitik untuk bahas hal ini. Tanya kenapa? Karena sering banget gue denger curhatan dari temen-temen gue yang perempuan, suka atau bahkan cinta sama seorang cowok cuma gak pernah bisa ungkapkan apa yang ada di hatinya. Kalau kata seorang kawan sih, kodratnya wanita itu dipilih bukan memilih. Jadi gak ada sejarahnya kalau cewek yang nembak cowok duluan. Padahal kalau kalian yang muslim pasti pernah mendengar sejarah, kalau ada loh wanita yang melamar prianya. Lalu fenomena apa ini? Kita hidup dengan adat ketimuran. Yang seakan tabu kalau misalkan cewek yang nembak duluan.
Oke, gw punya sedikit cerita. Sebut aja Okta. Okta ini perempuan. Okta suka sama seorang cowok. Sebut saja Dora namanya. Eh,,, gak.. gak,.. bukan Dora. Sebut saja dia mawar. Makin ngaco aja deh gue. Oke kali ini gue serius. Sebut aja namanya Oki. Nah, Oki ini udah lama bertemen sama Okta dan selama itu pula Okta mendem rasa ke Oki. Ya.. cinta memang datang tak pernah diundang. Bahkan dijemput juga gak. Rasa itu tetiba aja hadir di hati Okta. Cuma karena memang mereka udah berteman lama, jadinya Okta pun cuma bisa pasrah dengan keadaan ini. Setiap mereka bertemu tidak dapat dipungkiri hatinya udah kayak marching band yang gak jelas iramanya. Namun, sepertinya Oki tidak pernah sadar akan perasaan Okta ke dia.
Terus? kalau hal ini udah terjadi, haruskah Okta yang nembak duluan Oki? Oh.. tidak seperti itu juga. Karena pada dasarnya, cinta itu adalah sebuah kata sakral yang memang tidak seharusnya dihalalkan dengan sebuah kata pacaran atau jadian. Lalu? apa yang harus dilakukan Okta kalau begini? Yang dapat Okta lakukan menurut ajaran islam adalah memasrahkan seluruh hatinya hanya kepada Allah. Memasrahkan kepada Sang Pemilik Hati karena hanya Allah lah yang mampu membolak-balikan hati manusia. Sambil menunggu hal itu terjadi, ada baiknya Okta menmperbaiki diri. Berusaha memantaskan diri sampai suatu saat jodohnya akan menyapanya. Cinta ada dan hadir bukan untuk bersama saat ini juga. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar tetap pada koridornya.
Tidak mudah memang menerima setiap takdir-Nya. Lalu? Haruskah kita beregois ria untuk keukeuh minta Allah menjodohkan orang yang kita mau sama kita? Common Baby... Cinta yang seperti itu hanyalah cinta yang semu. Manis di awal lalu hambar di akhir, Biarkan Tangan Allah berkuasa dalam menentukan jalan cinta kita akan seperti apa dan akan bersama siapa nanti kita. Yang bisa kita lakukan adalah memasrahkan takdir. Bukankah kalau memang kita tidak disatukan oleh orang yang sering kita sebut namanya dalam doa kita, kita kelak akan disatukan oleh orang yang kerap kali menyebutkan nama kita dalam doa rahasianya? Bukankah hal itu akan terasa lebih indah. Daripada kita harus memaksakan takdir. Semoga kita semua tetap istiqomah dalam menanti jodoh yang Allah takdirkan untuk kita.. Keep Hamasah ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar